Hanya butuh waktu kurang dari 6 jam bagi saya untuk melahap habis lanjutan kisah Abdullah Khairul Azzam dalam novel Ketika Cinta Bertasbih 2 ini, kemaren sewaktu istri saya menelpon dari Toko Buku Gramedia dan ngasih tau kalo KCB 2 sudah beredar, kontan saja saya minta dia untuk membeli novel tersebut. Sejak bulan Mei saya memang sudah penasaran pengen tau kelanjutan kisahnya.
Saya ga perlu nyeritain gimana serunya kisah di novel KCB 2 ini, kalo penasaran mbo'ya beli to... hehehehe, sama dengan novel KCB 1, novel KCB 2 ini penuh dengan hikmah dan ilmu, kadang-kadang kita akan merasa tidak sedang membaca novel, tetapi membaca buku fiqh, buku hikmah, buku nahwu, dll...
Alurnya pun susah ditebak, selalu ada kejutan di tiap babnya. Selama membaca novel ini saya sangat tegang, karena hingga bab-bab terakhir saya masih belum bisa menebak akhir dari kisah ini, fiuhhh... untungnya happy ending.
emosi saya pun seakan dipermainkan ketika ikut menyelami momen-momen bahagia, sedih dan mengharukan dalam novel ini, kadang saya tertawa gemas dan kadang mata ini harus menitikkan air mata. ehm kang abik, dikau memang menulis dari hati.
settingnya pun digambarkan dengan apik oleh Kang Abik (panggilan penulis novel ini), kalau KCB 1 settingnya di mesir, maka KCB 2 settingnya dominan di Indonesia. detail-detail yang disuguhkan Kang Abik mampu membuat saya seakan-akan ikut terlibat di dalam cerita novel ini.
Usai membaca novel ini, saya kembali termotivasi untuk menata hati yang lagi kacau balau, setting pesantren di novel ini membuatku rindu dengan pondok pesantrenku, saya iri dengan tokoh Abdullah Khairul Azzam yang istiqomah... hmm mudah-mudahan saya bisa seperti dia... amin :)
Sayangnya masih ada beberapa kesalahan pengetikan/pencetakan, mudah-mudahan di cetakan berikutnya hal tersebut bisa diatasi.
Harga : Rp. 49.500,-
(Komentar saya tentang KCB 1 bisa dilihat di
http://anaugie.blogspot.com/2007/05/novel-kang-abik-emang-mantabh.html)